Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Bermitra Kerja dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB)

Dalam merealisasikan program pemberdayaan tokoh agama, Pusat Kerukunan Umat Beragama memiliki lembaga yang tersebar di setiap wilayah seluruh Indonesia, yakni Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) sebagai mitra kerja PKUB yang berada di setiap provinsi Indonesia memiliki peran strategis untuk mengharmoniskan umat beragama sekaligus untuk memberdayakan umat beragama. FKUB mampu menjadi media yang efektif untuk meningkatkan dialog antar umat beragama dan menekan terjadinya konflik, khususnya dalam hal pendirian rumah ibadah sebagai konflik masih yang kerap terjadi. Karenanya, keberadaan FKUB terus dipertahankan, dan diberdayakan untuk membantu pemerintah dalam memelihara dan mengendalikan kerukunan umat beragama.[1]

Untuk itu, FKUB memiliki peran aktif untuk mendekati umat beragama yang anggotanya notabene adalah tokoh-tokoh agama yang di wilayahnya masing-masing. Sebagaimana diungkapkan oleh Kasubag TU PKUB Bapak Hery Fathurochman bahwa “dalam pemberdayaan tokoh agama kita ada di Forum Kerukunan Umat Beragama, dasarnya Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama (PBM) no 9 dan 8 tahun 2006 dan PERGUB DKI Jakarta nomor 64 tahun 2007.[2] Jadi, FKUB itu didirikan oleh masyarakat dan pemerintah dan unsurnya adalah tokoh-tokoh agama yang datang diutus oleh majelis-majelis agama. Ketika terjadi pergolakan maka dilarikan dulu ke FKUB. Nanti melalui tokoh agama dan FKUB yang menjembatani komunikasi sehingga akan diketahui faktor penyebabnya apa”.[3] Dengan demikian, FKUB sangat berperan dalam merealisasikan kegiatan dialog antar tokoh lintas agama untuk menyamakan persepsi dan sharing pengalaman, khususnya dalam hal penanganan kasus-kasus yang terjadi.

FKUB terbentuk hampir di semua provinsi dan kabupaten/kota. Dari 34 provinsi yang ada, hanya satu FKUB provinsi yang belum terbentuk, yakni di provinsi Kalimantan Utara, sebuah provinsi yang baru lahir. Sementara dari 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, telah terdapat 465 FKUB kabupaten/kota yang telah dibentuk. Dengan jumlah tersebut di Indonesia, tidak terlalu berlebihan jika organisasi kemasyarakatan ini bisa disebut sebagai organisasi kemasyarakatan lintas agama terbesar sedunia. Untuk itu, pemerintah telah menyelenggarakan kongres FKUB secara nasional dan regional yang diikuti oleh FKUB propinsi dan/atau Kabupaten/Kota secara berkala sebagai bagian dari upaya penguatan fungsi FKUB. [4]

Pemberdayaan FKUB telah dilakukan melalui penyelenggaraan program-program peningkatan kemampuan manajerial, penanganan/negosiasi konflik, penanganan pasca konflik, peningkatan wawasan multikultural, dan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan kebijakan juga secara terus menerus dilakukan di kalangan personel kepengurusan.[5] Untuk mengetahui program-program yang berkenaan dengan pemberdayaan tokoh agama secara langsung, penulis juga melakukan penelusuran di Forum Kerukunan Umat Beragama wilayah DKI Jakarta. Dalam kegiatan wawancara secara langsung oleh Ketua FKUB DKI Jakarta Bapak H. Ahmad Syafi’i Mufid bahwa memang FKUB telah banyak melakukan pemberdayaan tokoh agama dengan kegiatan berdialog. Beliau juga menuturkan bahwa pemberdayaan dilakukan agar tokoh-tokoh agama mampu memahami realitas, mampu menganalisis realitas, dan mampu mengambil sikap terhadap realitas, sehingga itulah yang dinamakan tokoh agama yang berdaya.[6] [HIkmah]

[1]Rencana Strategis Kementerian Agama Tahun 2015-2019

[2]Tentang Petunjuk Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama, dan Pendirian Rumah Ibadah. Efektivitas PBM selama ini lebih ditentukan oleh kemampuan komunikasi tokoh agama, FKUB, dan Pemerintah Daerah. Lihat di Rencana Strategis Kementerian Agama Tahun 2015-2019

[3]Wawancara dengan Informan 1 (Bapak Hery Fathurochman, Kasubag Tata Usaha PKUB) pada 8 Desember 2015.

[4]Rencana Strategis Kementerian Agama Tahun 2015-2019

[5]Rencana Strategis Kementerian Agama Tahun 2015-2019.

[6]Wawancara dengan Informan 2 (Bapak Ahmad Syafi’i Mufid, Ketua FKUB DKI Jakarta) pada 21 Desember 2015.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s