RAMADHAN DI TANAH PASIR KOLE

DSC0880816DSC07460

Dari kediaman kami di kp. Pasir Kole RW. 1 RT.1 Desa Kutamanah Kecamatan Sukasari Kabupaten Purwakarta, nampak dari kejauhan sebelah timur panorama danau Jatiluhur yang menenangkan dengan angin sepoi-sepoi dan hamparan sawah yang menambah kesejukan hingga ke pemukiman desa. Di sebelah Barat kampung ini dikelilingi hutan, tepat di belakang rumah Pak RW yang kami tempati selama tugas KKN. Menjadi hal yang sangat menyenangkan ketika kami menyusuri danau, dengan berkendara perahu getek yang membawa kami ke kolam ikan, danaunya begitu luas dan berwarna biru. Mata tertakjub ketika berada di tengah danau, pemandangannya sangat luar biasa, anda akan tertegun serasa berada di tengah samudra yang luas. Sempat ku ayunkan tanganku ke air, ya bisa dibilang bercengkrama dengan alam setelah sekian lama kepalaku kaku dari hingar bingar ibu kota jakarta. Dan satu hal yang menarik bahwa desa ini memiliki keamanan yang sangat tinggi. Kalau di Bali anjing-anjing yang berkeliaran, kalau di desa ini kambing-kambing berkeliaranpun sudah menjadi hal yang biasa.

Sebuah gambaran momen Ramadhan yang penuh kebersamaan dengan teman-teman kelompok Pangwangun Tresna di tanah surga Desa Pasir Kole. Bercengkrama dengan bocah-bocah cerdas penuh semangat dan ceria, keluarga angkat penuh kasih sayang, keindahan alam, air dan udara sejuk, menyusuri panorama danau, sawah, dan hutan yang tak kalah memikat mata siapapun memandangnya.

Dan yang lebih berkesan, akan kurindukan saat-saat pertama kali kami beradaptasi menjadi warga asing di tanah ini, belajar survive dalam kondisi apapun, akan kurindukan saat-saat belajar, bekerja sama, dan bertanggungjawab mengatur tugas, tempat tinggal, dan makan sehari-hari. Semua itu menjadi pelajaran bagi kami untuk hidup mandiri dan sederhana. Tokoh-tokoh di desa ini memberikan teladan yang sangat luar bagi kami, seperti Juragan Edi yang sangat sederhana, dilihat dari penampilannya tak pernah disangka kalau ia seorang juragan besar ikan, ia begitu dermawan, dan penuh tenggang rasa terhadap siapapun. Seperti pula Ustadz Bana yang tak pernah menunjukkan dan menyebut dirinya sebagai ustadz, ia begitu tawadhu, sederhana, penuh motivasi, dan sangat terbuka terhadap siapapun.

Tanah Pasir Kole, terima kasih telah memberi kami pelajaran, berbagi ilmu, bertukar pikiran, memahami bahasa daerah sunda, dan menghargai alam lingkungan. Akan kurindukan pula saat-saat anak-anak berbondong-bondong ke mushalla, akan kurindukan saat-saat mereka datang meminta belajar di sekretariat, akan kurindukan saat-saat mereka menepis rasa takut dan malunya menuntut ilmu, belajar tilawah al-Quran, shalawat, praktek adzan dan sholat, dakwah, berbahasa Inggris dan Arab, teknologi komputer, matematika, dll, benar-benar kagum dengan karakter semangat belajar mereka. Desa ini mengalami keterbatasan tenaga pengajar dan jarak sekolah yang terlampaui jauh membuat bocah-bocah rela berjalan kaki selama 1 jam setiap harinya, . Akan kurindukan pula Bapak-bapak dan Ibu-ibu serta pemuda-pemuda Karang Taruna yang tak kalah semangatnya yang hanya ada di desa ini.

Salam cinta dan rindu kami untukmu Tanah Pasir Kole, tunjukkan semangatmu menjadi muslim dan muslimah yang cinta ilmu, cinta al-Quran, dan cinta lingkungan. [Hikmah]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s