PENDEKATAN IPTEK DAN AGAMA: MEMBENAHI ISU GADGET SEBAGAI PENYEBAB KRISIS SPIRITUAL

Perkembangan IPTEK dewasa ini memang menjadi suatu bukti kemajuan manusia di setiap zamannya. Kemajuan ini ditandai dengan fungsinya yang semakin mempermudah manusia dalam setiap pekerjaan terutama dalam akses komunikasi dan informasi. Salah satu yang menjadi sorotan utama yang dianggap cukup menimbulkan polemik dalam pandangan Islam adalah ‘gadget’. ‘Gadget merupakan alat elektronik yang mempunyai fungsi khusus dan lebih praktis. Dalam perkembangannya, alat ini mengalami kemajuan yang begitu canggih dengan berbagai fungsi yang ditawarkan menjadikan semakin pesatnya pengguna dari berbagai kalangan. Dewasa ini hampir semua orang sudah mempunyai gadget bahkan dari kalangan anak kecil sekalipun sudah pandai menggunakan gadget. Tak dapat dipungkiri, mereka yang sudah akrab dengan gadget, mereka tidak akan pernah lepas sekalipun dalam hidupnya dari gadget bahkan ada yang berambisi bahwa mereka tidak bisa hidup tanpa gadget. Dapat dikatakan bahwa ketergantungan ini benar-benar sudah sampai pada tingkat akut. Dalam hal ini, Islam mencoba mengatur segala aspek kehidupan manusia termasuk dalam perkembangan teknologi modern ini. Secara khusus penulis bahas dalam hal gadget karena sebagai permasalahan yang paling pelik dianggap telah mengancam spiritual manusia.

Tak dapat dinafikan bahwa teknologi dalam perkembangan sains memiliki peran yang sangat penting terhadap pembangunan dan kesejahteraan manusia. Namun, apa jadinya jika manusia sudah beralih pada kesibukan yang berbeda dimana mereka sudah tidak lagi menghiraukan aspek nilai-nilai agama. Berapakah dari mereka yang menghabiskan waktu dengan gadget mereka tanpa pemanfaatn yang benar? Jika memang telah mengundang kemudharatan dan menyebabkan krisis spiritual terhadap alat ini, lalu bagaimana kah Islam merespon problema terhadap isu ini? Apakah Islam harus meninggalkan modernitas dan menunjukkan bahwa agama itu memang benar-benar terbelakang? Jika benar adanya, tentu menjadi anggapan bahwa Islam sebagai agama yang membunuh hasil ide atau kreasi manusia sebagai makhluk yang dianugerahi akal oleh Tuhan. Dalam pandangan demikian, agama dalam hubungannya dengan sains seakan-akan saling bertolak belakang.

Problema ini menuntut adanya penyelesaian bagaimana akhirnya Islam bukanlah sebagai agama yang tidak mengedepankan keilmuan. Bukankah Allah SWT telah meninggikan derajat manusia yang berilmu dan menyeru manusia untuk menggunakan akal dan pikiran? Maka tidaklah syak segala hal yang berhubungan dengan keilmuan akhirnya dapat menghilangkan spiritualitas manusia akibat adanya penggunaan yang menyimpang. Selama ini, mereka yang ketergantungan dan menyibukkan diri dengan gadget mulai melupakan kedudukannya sebagai hamba Allah dengan tidak menempatan penggunaan pada hal yang semestinya, seperti pemanfaatan internet sebagai ajang media penipuan, pornografi, dll. Tentu hal ini mengakibatkan pola perubahan pula pada inteksi sosial (hubungan horisontal). Jika hubungan horisontal sudah semakin mengikis spiritualitas, bagaimana mungkin dengan hubungan vertikal kepada Tuhan tentu akan menjadi semakin kritis.

Islam sebenarnya tidaklah berjalan secara berlawanan dengan perkembangan keilmuan termasuk perkembangan IPTEK. Keilmuan yang diciptakan oleh manusia merupakan bagian dari ajaran agama mengingat agama Islam mengajarkan aspek hubungan vertikal dan horisontal. Jadi, jikalaupun penggunaan yang menyimpang terhadap gadget tidaklah harus serta merta menumpasnya karena bisa jadi gadget jika dipergunakan dengan semestinya akan meningkatkan keimanan kita. Kita harus sadari bagaimana Allah telah mengaruniakan anugerah kenikmatan kepada manusia yang bersifat saling melengkapi yaitu anugerah agama dan kenikmatan sains teknologi. Maka dapat disimpulkan bahwa ajaran Islam tidaklah menghambat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, juga tidak anti terhadap barang-barang produk teknologi (gadget) karena memang ajaran Islam tidak bertentangan dengan teori-teori pemikiran modern.

Namun seiring dengan adanya upaya meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia harus berupaya menentukan penggunaannya dengan baik, tidak untuk menuruti keinginan syahwat. Justru perkembangan IPTEK haruslah diupayakan untuk menegakkan syari’at Islam dengan menggunakan daya pikiran manusia menuju kemajuan yang berlandaskan pada kaidah moral Islam. Dengan demikian, tidaklah akan terjadi krisis spiritual pada manusia karena adanya kemajuan IPTEK. Inilah yang harus tercerap dalam benak umat Islam bagaimana ia harus menghadapi ancaman perubahan sosial dan tata nilai kehidupan yang dibawa oleh arus modernisasi yang mengundang ketakutan pada krisis spiritual. Satu-satunya yang harus dilakukan adalah bagaimana kita harus membenahi penggunaan gadget dengan sebaik-baiknya dengan tetap mengikuti arus modernisasi tanpa harus menanggalkan nilai-nilai Islam. Jadikan gadget anda sebagai media spiritualitas, jangan sampai gadget anda justru beralih penggunaan menjadi berhala yang ternyata kita sembah sehari-hari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s