PENGARUH FILSAFAT MULLA SADRA DALAM DUNIA ISLAM

Oleh: Hikmah KK

Pada masa-masa Islam klasik, umat Islam telah mengukir peradaban ilmu pengetahuan yang berkembang begitu pesat. Peradaban gemilang yang diusung oleh Para Ilmuan Muslim Klasik berhasil melahirkan sumbangsih terbesar bagi khazanah ilmu pengetahuan telah melahirkan ladang subur tumbuhnya aktivitas-aktivitas keilmuan. Tentu, pemikiran-pemikiran dari umat Islam sendiri lah yang sangat berperan penting pada kemajuan umat. Mereka adalah para filsuf, sufi, wali, atau pun para tokoh agama lainnya. Dalam dunia filsafat, Islam telah memberikan sumbangsih yang besar dalam dunia kelimuan. Namun, di sisi lain filsafat memang menjadi bidang pengetahuan yang kerap di curigai oleh sebagian kalangan ulama’. Bagi para mereka dari kalangan ulama tradisional, filsafat dianggap bertentangan dengan agama Islam sehingga filsafat pun menjadi sirna dari khasanah ilmu keislaman. Di sebagian kalangan Islam lain, filsafat tetap hidup dan salah satu tokoh filsuf terbesar yang memiliki karya puncak yang paling penting adalah Mulla Sadra. Ia muncul di abad ke-11 Hijriyyah ditengah keramaian orang-orang yang menjauhi filsafat.

Dalam pemikirannya, ia dikenal sebagai tokoh yang berhasil mensintesiskan berbagai sistem filsafat Islam sebelumnya yakni filsafat paripatetik, filsafat iluminasi, kalam, dan tasawuf. Tak hanya itu, ia juga menguasai secara mendalam dalam bidang tafsir dan hadis. Ia memberikan nilai dan format baru sebuah kecenderungan intelektual. Dari berbagai pengetahuan tersebutlah, ia melahirkan satu aliran dan sistem filsafat baru yang dia sebut al-Hikmah al-Muta’aliyah; “Hikmah” berarti kebijaksanaan dan “al-Muta’aliyyah” berarti tinggi atau transenden. al-Hikmah al-Muta’aliyah fi Al-Asfar Al-‘Aqliyyah Al-Arba’ah (Tesofi Transenden Mengenai Empat Perjalanan Akal) sebagai karya metafisika terbesar yang dilandasi oleh fondasi metafisika yang murni, yang diperoleh melalui intuisi intelektual, dan diformulasikan secara rasional dengan menggunakan argumen-argumen yang rasional dan direalisasikan dengan mengikuti aturan syari’at. Melalui filsafat barunya ini, Mulla Sadra memiliki pengaruh yang sangat penting dalam membangun semangat mempertemukan berbagai aliran pemikiran yang berkembang di kalangan kaum Muslim.[1] Dengan landasan akal, wahyu, dan intuisi, ia mampu membuktikan bahwa ia mampu menyelesaikan persoalan filsafat yang rumit dengan landasan Islam. Tentu dengan terobosan baru ini, diharapkan kita dapat tergerak untuk menciptakan pemikiran-pemikiran baru Islam yang progresif.

[1] Haidar Bagir, Buku Saku Filsafat Islam, (Bandung: Mizan, 2005), hlm. 168.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s