ILMU DIATAS AMAL

ilmuIlmu dan amal adalah dua hal yang pada hakikatnya berhubungan saling terikat dan berkaitan. Namun, apa jadinya jika amal tanpa disertai ilmu? Berapa banyakkah orang cenderung eksklusif dari hal-hal yang diluar dirinya demi menegakkan syaria’t tanpa memandang hakikat? Berapa banyakkah orang begitu egois untuk beradu mencapai dalil ber-nash-kan “Pahala”? Berapa banyakkah orang cenderung tertutup untuk menerima pendapat orang lain? Berapa banyakkah orang memusuhi perbedaan diatas pengetahuan dangkal dan egonya? Berapa banyakah orang menumpahkan darah orang lain atas klaim “Sesat” yang dibalut dengan kedangkalan ilmu? Dan berapa banyakkah orang mengembuskan seruan “anti-ukhuwwah” pada saudara-saudaranya sendiri?

Dalam realitas, kita dapat lihat bagaimana orang lebih mementikan kesalehan individu yang tidak berbanding lurus dengan kesalehan sosial. Mereka begitu kikir, egois, dan saling beradu dengan  beratas namakan demi menegakkan syari’at Islam. Realitas yang marak terjadi akhir-akhir ini, kita melihat bagaimana banyak orang cenderung mengecam “agama” tanpa adanya rasionalisasi yang benar. Mereka lebih suka mendengar kabar angin daripada menelusuri sumber literatur-literatur langsung. Mereka begitu menutup diri dan anti menerima pandangan orang lain. Oleh karena itu, mereka pada umumnya, membaca sedikit berbicara banyak dan mengkaji sedikit berkomentar banyak. Keterjerumusan kebodohan inilah yang menyebabkan perpecahan persaudaraan Islam. Inilah yang patut menjadi sorotan bagaimana ilmu harus terpatri dalam diri manusia dalam setiap perilaku dan tindakan yang kita lakukan. Pada dasarnya, kita dapat lihat bagaimana al-Qur’an begitu menitikberatkan tali ukhuwwah Islam. Hal inilah yang kemudian kita diperuntukkan untuk lebih mengedepankan ilmu sebelum ia melakukan suatu tindakan. Merujuk pada surah al-Syu’ara ayat 83 yang berbunyi:

رَبِّ هَبْ لِى حُكْمًا وَ أَلْحِقْنِى بِالصَّالِحِيْنَ ﴿۸۳﴾

Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku Hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh”.

Dalam tafsiran Fakhr al-Din al-Razi (dalam Tuhan, Kalbu, & Iman, 2004: 10) bahwa ungkapan “berikan kepadamu hikmah” menunjukkan permintaan beliau agar kekuatan pemahamannya disempurnakan dengan mengenali hakikat segala sesuatu. Sementara ungkapan “masukkan aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh” menunjukkan permintaan beliau agar kekuatan amaliahnya disempurnakan dengan tidak melanggar dan melampaui batas. Jadi, dalam hal ayat tersebut dinyatakan untuk mendahulukan pengetahuan (ilmu) daripada amal.

Dengan demikian, ilmu adalah suat hal tertinggi yang harus digali manusia. Ilmu banyak mengantarkan kita pada “Hikmah” (kearifan) dan “Hikmah” inilah yang harus kita kedepankan.  Dalam hal ini, maka musuh manusia adalah kebodohan dan ketidaktahuan. Ia akan terjebak dalam kesalahan, kedangkalan berpikir, dan pandangan negatif terhadap apa yang harus difahami dalam al-Qur’an dan Sunnah Nabi Saw. Kita harus belajar memahami segala pandangan tanpa terlebih dahulu mengecam sebuah pandangan yang dinilai negatif. Melihat persatuan umat Islam yang harus ditegakkan, maka seruan “pluralisme” haruslah ditinggikan, dan direalisasikan sebagaimana pemikiran tokoh pluralis kita, Gusdur menekankan agar yang sama jangan dibedakan dan yang beda jangan disamakan. Sebuah perbedaan menyeru kita untuk saling belajar dan bertoleransi terhadap pemikiran orang lain dan adanya perbedaan inilah memacu kita untuk bersatu bukan malah berpecah-belah. Dengan demikian, dengan cara belajar secara sempurna terhadap tradisi pemikiran pihak lain, akan dapat menghilangkan pandangan negatif terhadap orang lain dan melahirkan persatuan secara utuh dengan bertalikan ukhuwwah Islam yang harmonis. :)  [Hikmah]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s