REVIEW: AL-QUR’AN DAN TEKANAN JIWA: Diagnosis Problem Kejiwaan Manusia Modern dan Solusi Qur’ani dalam Mengatasi dan Menyembuhkannya

Tekanan Jiwa Pengarang: Ishaq Husaini Kuhsari, Cendekiawan Islam

Soft Cover; 15 x 23 cm

Art Paper: 235 hal

ISBN: 978-602-9261-04-2

Terbit: Februari 2012

Dalam buku ini menjabarkan bagaimana al-Qur’an berbicara mengenai tekanan jiwa dengan berbagai cara alternatif atau solusi cara penyembuhannya. Solusi Qur’ani yang dihadirkan baik dalam mengatasi dan menyembuhkan problem tekanan jiwa, begitu sistematis disajikan sebagai obat penyakit jiwa. Buku ini memberikan bukti bahwa al-Qur’an dapat memecahkan pelbagai persoalan psikologi. Kita akan disuguhkan cara-cara yang bersumber dari al-Qur’an dalam mengatasi dan menyembuhkan segala derita psikis (tekanan jiwa) sebagaimana QS. Al-Isra: 82. Dikatakan bahwa al-Qur’an adalah sebagai kitab kesembuhan bagi hati. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa selain menderita derita-derita fisikal, manusia juga mengidap derita spiritual. Kita dapat lihat bagaimana gambaran gangguan kejiwaan yang sering dihadapi dan diderita kebanyakan orang terutama di era maju. Melihat konteks kondisi ini, buku ini sangat sesuai untuk dibaca bagi mereka yang berkecimpung dalam hiruk-pikuk dunia modern. Buku ini disusun berdasarkan tema-tema yang begitu sistematis, diantaranya; mulai dari sistematika gejala, sebab, hingga proses penyembuhan tekanan jiwa. Pada bab pertama, akan diulas soal gejala tekanan jiwa. Pada bab ini kita akan dikenalkan dengan teori-teori tekanan jiwa dan gejalanya beserta efek tekanan jiwa baik efek baik maupun buruk. Dari gejala-gejala tekanan jiwa dihadirkan baik dari segi fisiologis maupun psikologis.

Sedangkan bab kedua dan bab ketiga akan membahas sebab-sebab munculnya depresi. Dikatakan bahwa sebab-sebab munculnya depresi apabila tidak terpenuhinya kebutuhan naluri atau fitriah yang didahului dengan kebutuhan fisiologis terlebih dahulu seperti, kebutuhan makan & minum (QS. Al-Syu’ara: 79-80), kebutuhan seksual (QS. Al-Ruum: 21), kebutuhan menjadi ayah dan ibu (QS. Al-Furqon: 74), kebutuhan pada keamanan, kebutuhan cinta dan ikatan (al-Maidah: 54), kebutuhan pada kehormatan dan kemuliaan (al-Isra: 70), kebutuhan pada pengetahuan (Thaha: 114), kebutuhan pada keindahan (al-‘Araf: 32), kebutuhan pada agama (Yunus: 12)  dsb. Juga disebabkan oleh faktor ketidakseimbangan hayati tubuh manusia yang menjadi faktor pemicu tekanan jiwa, antara lain: kelelahan (QS. Al-Furqan: 47), pesimisme dalam kesehatan, penyakit kronis (Shaad: 44), pengaruh institusi krisis, rumah tangga, lingkungan, politik, kepribadian, kekosongan moral, kekosongan spiritual, dan keyakinan religius. Dari seluruh faktor yang yang berkenaan, secara fitrahnya manusia memang dihadirkan oleh berbagai peristiwa suka dan duka.

Adapun bab keempat secara khusus akan membahas cara-cara penyembuhannya. Dalam bab ini kita akan dihadirkan cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengadapi tekanan jiwa dengan pengobatan secara Qur’ani. Hal ini dilakukan untuk menekan kemungkinan mengalami tekanan jiwa saat menghadapi masalah-masalah berat dan berpotensi memicu stress, serta mengatasi dan menangani tekanan jiwa saat seseorang sedang mengalaminya. Menghadapi penyelesaian tekanan jiwa memang tidaklah mudah. Al-Qur’an tentu memberikan solusi bagi manusia, namun perlu dilakukan pembenahan dari diri individu sendiri, baik berkenaan dengan cara berpikir, berperilaku, dan berperasaan (menata hati). Membenahi cara berpikir haruslah sesuai dengan fitrah manusia (Al-Ruum: 30) serta menanggalkan segala hal yang mendorong kepada nafsu syahwat karena fitrah adalah satu-satunya sumber penenang jiwa. Berdasarkan al-Qur’an, manusia harus mampu menyadari keadaan dirinya (al-Qiyamah: 14-15) dengan memahami segala pemahaman tentang kebaikan dan keburukan. Dengan demikian, kita akan dapat memahami al-Qur’an guna memecahan suatu masalah. Dalam hal ini al-Qur’an menyarankan individu untuk merujuk pada kalangan pakar dalam segala urusan ( Al-Nahl: 43). Meskipun demikian, ia haruslah tetap memiliki sandaran jiwa yang dapat menghempaskan segala rasa ketakutan yang menimpa dan menghantui dirinya (Al-‘an’am: 82). Lambat laun, ia akan dapat merasakan perubahan dalam batinnya dengan terus bertawakal dan bertafakur serta selalu berpandangan positif.

Setelah segala kebutuhan dalam jiwa terpenuhi, maka secara otomatis ia akan dapat memperbaiki perilaku yang bersifat jasmaniah. Tepatnya, segala aktivitas dan latihan yang berhubungan dengan tubuh, yang bermanfaat bagi ketahanan fisik individu dalam menghadapi dan mengatasi tekanan jiwa atau stress, diantaranya: olahraga dan latihan fisik, tidur (al-Ruum: 23), istirahat dan relaksasi, memperbaiki suasana kerja, mewujudkan mekanisme pelindungan, dan menata hati. Menata hati disini berarti usaha mengatur perasaan serta emosi dengan cara mengendalikan diri dari dorongan-dorongannya. Beberapa cara Islam dalam upaya menata hati yakni: bertaubat, ketegaran, bersabar dan bertahan, doa dan dzikir, salat, tawassul, dan ziarah ke tempat suci. Demikianlah banyak cara Islam mengatasi manusia dalam belenggu tekanan jiwa yang begitu mengusik keseharian hidupnya. Dengan penyembuhan dan solusi Qur’ani tentu manusia diharapkan dapat secara konsisten untuk membenahi pikiranya terlebih dahulu karena segala penyakit adalah timbul dari pikiran seorang individu. Jika kondisi rohaniahnya sehat, tentu kondisi jasmaniahnya pun akan mengikutinya. Oleh karena itu, tetaplah jaga hati kita untuk selalu mengingat Tuhan (Dzikrullah) dengan merelealisasikan segala firman-firman-Nya yang telah temaktub dalam al-Qur’an agar kita dapat menjalankan segala keinginan kita menuju kebahagiaan baik didunia maupun di akhirat.  Untuk lebih detailnya, silahkan rujuklah buku ini sebagai penenang dan kesembuhan jiwa anda. Selamat membaca! :)  [Hikmah]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s