KEAJAIBAN YESUS

injilTerambil dari buku “Runtuhnya Ketuhanan Yesus” karya Achya Nuddin (Bandung: Media Qalbu, 2004), hlm. 46-51

 

Penulis   : Apakah Anda percaya bahwa yesus adalah Tuhan?

Pendeta : Tentu saja saya percaya 100% bahwa Yesus adalah Tuhan.

Penulis   : Atas dasar apa anda meyakini bahwa Yesus adalah Tuhan.

Pendeta : Karena Yesus adalah Anak Tuhan yang dilahirkan dari Firman Tuhan (Kemudian dia mengambil Alkitab dari sebuah rak buku dan menunjukkan (Lukas 1:35): “Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah yang tinggi akan menaungi engkau, sebab itu anak yang akan engkau lahirkan akan disebut Kudus, Anak Tuhan.

Penulis   : Bukankah Efraim dan Daud juga disebut Anak Tuhan, tetapi mengapa hanya Yesus yang disembah sebagai Tuhan?

Pendeta : Memang banyak orang yang disebut Anak Tuhan, namun mereka bukanlah keturunan Tuhan yang sejati, sehingga mereka tidak layak disebut sebagai Tuhan dan tidak boleh untuk disembah. Berbeda halnya dengan Yesus, dia adalah Anak Tuhan yang sesungguhnya, bahkan telah menyatu dengan Tuhan itu sendiri, oleh karena itu kami pun menyembahnya.

Penulis   : Bukti apakah yang menunjukkan bahwa Yesus adalah keturunan Tuhan yang sejati? Apakah karena Yesus lahir tanpa seorang ayah? Bukankah proses kelahiran Adam lebih hebat daripada Yesus, karena dia dilahirkan tanpa Ibu dan Ayah. Mengapa bukan Adam saja yang disebut sebagai Anak Tuhan yang sejati?

Pendeta : Itu karena Adam dan lainnya tidak memiliki keajaiban seperti halnya Yesus.

Penulis   : Kajaiban apa itu?

Pendeta : Keajaiban Yesus diantaranya adalah dapat memberi makan lima ribu orang hanya dengan lima potong roti dan dua ekor ian (Yohanes 6: 9-14), kemudian Yesus juga dapat menyembuhkan orang yang sakit lepra (Lukas 17: 11-19), bahkan Yesus dapat menghidupkan orang yang sudah mati (Yohanes 11: 33-44). Ini semua tentunya tidak dapat dilakukan orang-orang selain Yesus, oleh karena itu, Yesus pastilah Anak Tuhan yang sejati, sehingga ia dapat melakukan semua hal itu sebagaimana layaknya Tuhan.

Penulis   : Apakah anda yakin tidak ada orang lain yang dapat melakukan hal yang sama seperti Yesus?

Pendeta : Tentu saja, karena hanya Yesus yang dapat melakukan hal itu, karena Yesus adalah Tuhan.

Penulis   : Berarti Anda belum lulus membaca kitab suci Anda?

Pendeta : Apa maksud Anda?

Penulis   : Bukalah 2 Raja-Raja 4: 42-44 dan bacalah!

Pendeta : Datanglah seorang dari Baal Salisa dengan membawa bagi abdi Allah roti hulu hasil, yaitu dua puluh roti jelai serta gandum baru dalam sebuah kantong; Lalu berkatalah Ellisa; “Berilah itu kepada orang-orang ini, supaya mereka makan”. Tetapi pelayannya itu berkata: “Bagaimanakah aku dapat memberikan ini di depan seratus ribu orang?”. Jawabnya: “Berikanlah kepada orang-orang itu supaya mereka makan, sebab beginilah firman Tuhan: orang akan makan, bahkan ada sisanya”. Lalu dihidangkannyalah di depan mereka, maka makanlah mereka, dan ada sisanya sesuai dengan firman Tuhan”.

Penulis   : Bukanlah Ellisa juga mampu memberi makan orang banyak hanya dengan dua puluh roti dan sekantung gandum seperti halnya Yesus?

Pendeta : Tetapi Yesus dapat menyembuhkan penderita lepra dan dapat menghidupkan orang mati.

Penulis   : Silahkan Anda membaca 2 Raja-Raja pasal 5, di sana terdapat ayat-ayat yang menunjukkan bahwa Ellisa juga mampu menyembuhkan penderita kusta!

Pendeta :Maka turunlah ia membenamkan dirinya tujuh kali dalam sungai Yordan, sesuai dengan perintah abdi Allah itu (Ellisa), lalu pulihlah kembali tubuhnya seperti tubuh seorang anak dan ia menjadi lahir”.

Penulis   : Ternyata bukan hanya Yesus yang dapat menyembuhkan orang sakit, ellisa pun dapat melakukannya.

Pendeta : Lalu apakah ada yang dapat menghidupkan orang mati seperti halnya Yesus?

Penulis   : Silahkan Anda membaca I Raja-Raja 17:23!

Pendeta :Tuhan mendengarkan permintaan Elia itu, dan nyawa anak itu pulang kedalam tubuhnya, sehingga ia hidup kembali, Elia mengambil anak itu, ia membawanya turun dari kamar atas ke dalam rumah dan memberikannya kepada ibunya, kata Elia: “Ini anakmu ia sudah hidup!”

Pendeta : Tetapi Elia melakukan hal itu dengan berdoa kepada Bapa.

Penulis   : Yesus pun melakukannya dengan berdoa sebagaimana tersebut dalam Yohanes 5:30: “Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diriku sendiri…”. Kemudian dalam beberapa kesempatan Yesus menengadahkan kepalanya ke langit untuk berdoa kepada Allah, seperti dalam Matius 14:19:”…Yesus menengadahkan ke langit dan mengucapkan berkat…”, kemudian  Yohanes 11:41: “Lalu Yesus menengadah  ke atas dan berkata: “Bapa aku mengucapkan syukur kepada-Mu, karena engkau telah mendengarkan aku”.

Pendeta : Lalu bagaimana Anda sebagai umat Islam memandang Yesus sebagai dan keajaiban yang ada pada dirinya?

Penulis   : Kami umat Islam memandang Yesus hanya sebagai seorang Nabi dan Rasul Allah, dan keajaiban yang ada dalam dirinya hanyalah merupakan mukjizat sebagai bukti kenabiannya, dan semua itu tidak akan terjadi tanpa seijin Allah.

Pendeta : Apakah tidak ada umat Islam yang membantah hal itu?

Penulis   : Tidak.

Pendeta : ….???(diam dan pergi begitu saja)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s