OBSERVASI PULAU TIDUNG

tidtidung1Laut hijau nan indah seakan-akan menyambut kedatangan para pengunjung yang telah sampai mendarat di Pulau Tidung, sebuah Pulau kecil yang terletak di Pantai Sebelah utara Jakarta. Pulau tidung memiliki wisata bahari yang indah, laut-lautnya yang jernih dan bersih, membuat para pengunjung termasuk saya merasa takjub dan nyaman untuk berwisata menikmati keindahan laut. Memang sekilas dari kejauhan pulau Tidung ini nampak biasa-biasa saja, namun setelah saya bersama rombongan STFI Sadra  sampai di Pulau Tidung yakni pada hari Senin tanggal 2 Juli 2012, ternyata menyimpan keindahan dan sejarah unik yang tak terduga.

Setelah kami memasuki perumahan warga Pulau Tidung, saya mengamati rumah-rumah disini tak jauh beda dengan warga-warga daerah kota. Jalan yang kami tapaki memang belum beraspal masih berbahan sejenis bahan berbatu putih dan lebarnya pun tidak begitu panjang, kira-kira hanya bisa dilewati dua kendaraan sepeda motor. Sebagian besar mayoritas warga Pulau Tidung menggunakan alat transportasi sepeda gayung, hanya sedikit terlihat sepeda motor, apalagi mobil. Warga-warga disana begitu baik dan ramah setiap kami sapa. Pekerjaan warga Pulau Tidung dari yang saya amati adalah mencari ikan, nahkoda perahu, sopir becak, guide bagi pengunjung, penyedia penginapan, sepeda, dan permainan laut (banana boat, snorkling). Wisata baharinya pun begitu menakjubkan sehingga membuat saya benar-benar refresh. Namun, satu hal yang membuat saya lebih takjub adalah jembatan yang menghubungkan Pulau Tidung besar dan Pulau Tidung kecil. Jembatan ini dinamakan Jembatan Cinta.

Selain mengamati secara langsung, saya beserta tiga teman saya mencari informasi ke Kantor Kecamatan Kepulauan Seribu. Di Kantor tersebut kami berwawancara dengan Bapak Masaupi, seorang Polisi Pamong Praja dan Bapak Sahabudi, seorang Pegawai Lurah. Tema wawancara yang kami angkat yakni mengenai sejarah (asal-usul) Pulau Tidung.

Dari berbagai pertanyaan yang kami ajukan kepada kedua Bapak tersebut, saya pun mendapatkan beberapa informasi baru mengenai sejarah Pulau Tidung. Dahulu ada sebuah keluarga pandita di Kalimantan yang memiliki tiga orang anak yang mewarisi kerajaan. Satu orang menguasai di Kalimantan, dua orang lagi menguasai daerah luar Kalimantan,  dan salah satu diantaranya ke Pulau Tidung. Raja ini bernama Raja Pandita. Disisi lain, ada pula sebagian wilayah Pulau Tidung yang dikuasai raja dari Banten yang bernama Raja Abdul Khohhar. Awalnya di Banten dahulu dikuasai Belanda, maka ada sebagian orang yang melarikan diri ke Pulau Tidung untuk menyelamatkan keturunannya. Hal ini memang fakta karena makam raja tersebut terletak di Pulau Tidung. Maka Pulau Tidung dahulunya dibagi menjadi tiga bagian berdasarkan wilayah kekuasaan raja:

  1. Dari lapangan Pulau tidung hingga ke Barat merupakan kekuasaan Raja Pandita.
  2. Dari lapangan Pulau Tidung hingga makam sebelah timur merupakan kekuasaan Raja Abdul Khohhar.
  3. Dari makam hingga ke timur merupakan kekuasaan Raja Malaysia yang berasal dari suku tidung di Kalimantan.

Dari sejarah tersebut, saya pun dapat mengetahui bahwasanya warga Pulau Tidung ternyata berasal dari Suku Tidung di Daerah Kalimantan dan Banten. Dari hasil wawancara yang saya dengar, kenyataan ini pun ternyata dahulu telah dibuktikan oleh seorang mahasiswa Jepang jurusan sejarah yang melakukan observasi dalam rangka menyelesaikan tugas S-3 nya mengenai hubungan Pulau Tidung dengan suku tidung di Kalimantan dan Banten. Ternyata memang benar, ia menemukan kemiripan adat warga pulau Tidung  dengan Suku Tidung di Kalimantan dan Banten dari segi pusaka, makanan khas, dan bahasa.

Demikian hasil observasi yang saya temukan di Pulau Tidung, observasi yang sangat membuahkan hasil dan penuh pelajaran baru.🙂

3 thoughts on “OBSERVASI PULAU TIDUNG

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s