MENGAPA KITA HARUS BERDOA???

doa“Jikalau sebelumnya Tuhan sudah menetapkan segalanya untuk manusia, lalu untuk apa kita harus berdoa???”

Sebagian orang beranggapan bahwa doa merupakan suatu tindakan yang sia-sia dan tidak memberikan efek apapun dalam diri manusia. Mereka yang memiliki anggapan ini mengungkap dalam sebuah pertanyaan: “Untuk apakah kita berdoa? Berdoa pun tidak akan merubah takdir manusia, takdir manusia telah ditetapkan sebelumnya oleh Tuhan sejak zaman azali dan takdir manusia pada sebelum ia berdoa tidak akan mengubah takdirnya setelah ia berdoa” .

Terlintas dalam benak kita bahwa anggapan tersebut memang ada benarnya juga. Memang sebagaimana yang kita ketahui secara realitas, memang setiap manusia yang percaya akan adanya Tuhan, ia akan selalu mengharapkan sesuatu yang ia inginkan dalam bentuk “doa”. Jika kita analisa “doa” pada sisi lain, “Apakah doa itu hanya sebatas meminta sebuah pengharapan kepada Tuhan? Apakah kita dekat dengan Tuhan hanya disaat kita mengharapkan sesuatu?”. Jika hal ini benar adanya, maka Tuhan hanya sebagai Tuhan yang kita harapkan bukan sebagai Tuhan yang kita muliakan.

Terkadang kita melakukan ibadah hanya karena hukum, hukum yang telah ditetapkan dalam fiqih bahwa suatu ibadah itu wajib sehingga karena hukum itulah kita terjerat melaksanakannya. Sebenarnya, apakah ibadah yang kita lakukan hanya karena hukum agar semata-mata terhindar dari adzab Tuhan? Jika demikian, maka Tuhan dalam perspektif kita hanya sebagai Tuhan Yang Maha Mengadzab bukan sebagai Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang.

Memang segala apa yang kita lakukan dengan cara yang baik pasti akan selalu mengarah pada kebaikan pula. Namun, apakah yang kita anggap baik itu, akan selaras dengan apa yang seharusnya menjadi anggapan Tuhan? Maka, baiknyalah kita luruskan sedikit persepsi kita dari segala hal perbuatan yang kita lakukan. Pernahkah kita melakukan segala hal sebagai bentuk penghambaan diri terhadap Tuhan tanpa lebih mengutamakan keegoisan keinginan pribadi sehingga melalaikan kemuliaan Tuhan yang memang patut dimuliakan? Memang Tuhan Maha Pemberi atas segala sesuatu, namun bukan berarti kita hanya meminta dan meminta tanpa memuliakan kehadiran-Nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s