PERBEDAAN ITU INDAH

sunniPada kondisi seperti  yang kita lihat saat ini, banyak mulai bermunculan  adanya  konflik saling adu pemikiran (perbedaan pendapat) diantara paham atau aliran dalam kalangan Islam. Bahkan kita bisa lihat begitu ironisnya dalam satu kaum, satu darah umat Islam, satu persaudaraan Islam saling menjatuhkan, saling memecah belah bahkan saling bertumpah darah. Hal ini menandakan bahwa lemahnya persatuan persaudaraan kita sebagai kaum islam. Islam yang lahir dengan ajaran begitu suci justru dicorengkan nama baiknya hanya karena masalah perbedaan pandangan Islam. Kebanyakan dari kita hanya memandang dari sisi perbedaan dan menjadikannya sebagai satu permasalahan yang besar sehingga satu diantara kita saling bermusuhan.

Padahal jika kita mampu menelisik lebih secara rasional dan melunakkan hati kita untuk saling berbagi, saling menerima dalam perbedaan, maka umat Islam akan membentuk sebuah persatuan yang harmonis. Dikatakan demikian, karena seperti yang telah kita ketahui bahwa perbedaan itu merupakan suatu hal yang indah. Keragaman adalah suatu hal yang mutlak dimiliki setiap manusia. Jadi, untuk apa kita mempermasalahkan suatu perbedaan dan menuding fatwa sesat pada setiap paham/aliran berbeda? Apalagi kita masih dalam ikatan satu umat islam, satu Tuhan, satu Nabi dan satu kitab suci. Mengapa begitu kerasnya hati kita untuk menerima perbedaan diantara kita? Mengapa kita hanya melihat perbedaan dan perbedaan tanpa melihat dari sisi kesamaan untuk membentuk suatu kesatuan yang kokoh?.

Itulah sedikit wacana pengantar yang telah ku rangkai mengenai maraknya permasalahan yang terjadi dalam khalayak umat Islam saat ini. Perbedaan itu indah teman, perbedaan ini telah kurasakan indahnya semenjak ku mulai berkecimpung dalam kehidupan kuliah yang dilingkupi akan berbagai macam perbedaan. Entah itu perbedaan diantara masing-masing individu, kelompok ataupun aliran. Memang disini aku berada dalam lingkungan mayoritas yakni kelompok Islam Syi’ah dan aku sendiri dari kelompok minoritas yakni Islam Sunni. Meskipun demikian, tak akan mengurungkan niatku untuk terus maju untuk menimba ilmu. Awalnya semenjak aku tahu bahwa aku berada dalam paham yang berbeda, sedikit terbesit dalam benakku bahwa aliran ini mengajarkan sesuatu yang sesat. Berita angin dari luar terus menerkaku bahkan setelah ku mencari informasinya di internet, hampir semua mengatakan fatwa sesat pada ajaran Syi’ah.

Mungkin teman-teman yang belum mengetahui betul bagaimana ajaran Islam Syi’ah yang sebenarnya, akan percaya saja dengan berita angin dari luar yang tidak jelas asal muasal dan alasannya mengatakan tudingan sesat. Sedikit memberi pelajaran bahwa jika kita ingin melakukan tudingan fatwa sesat, kita harus tahu betul apakah ajaran tersebut bertentangan dengan sumber agama Islam yakni al-Qur’an dan Hadits? Apakah bertentangan dengan fitrah manusia secara hakiki? Apakah ajarannya tidak diterima oleh akal sehat? Melakukan tudingan sesat tidak sembarang kita melemparkan kotoran disembarang tempat, kita harus mampu berpikir seribu kali untuk mengatakan bahwa itu sesat.

Semenjak ku berada dalam kelompok mayoritas dilingkungan sini, ku mulai banyak mengambil pelajaran dalam ajarannya. Bahkan sampai-sampai ku mulai mengikuti setiap acara yang biasa diperingatkan kelompok Islam Syi’ah seperti peringatan lahir dan wafatnya Sayyidah Fatimah az-Zahra, peringatan wafatnya Sayyidina Husain bin Ali bin Abi Thalib, arba’in (40 hari setelah wafatnya Sayyidina Husain bin Ali bin Abi Thalib), pengangkatan Sayyidina Ali sebagai Imam, mahabbah (pernikahan Sayyidina Ali bin Abi Thalib dan Sayyidah Fatimah az-Zahra), dan doa kumail dalam setiap malam jum’at. Disini ku mendapatkan sesuatu yang baru dan berbeda. Meskipun terasa asing untuk ku ikuti, namun ku bisa benar-benar tahu bagaimana kisah hidup para Ahlul Bait Nabi Muhammad SAW yang memang sebelumnya tak pernah ku dapatkan dalam pelajaran semasa sekolah. Dari sini ku mulai bertanya-tanya pada diriku sendiri mengapa peristiwa dan kisah penting Ahlul Bait Nabi tidak pernah ku dapatkan semasa sekolah sebelumnya, apakah ada unsur ditutup-tutupi atau memang ketidahtahuan aliran golongan Islam Sunni ku, wa Allahu’alam bishawab.

Walaupun demikian, meskipun ku telah banyak mengetahui banyak ajaran Islam Syi’ah, bukan berarti aku mengamalkan semua ajaran Syi’ah. Aku tetap menjalankan ajaran Sunni ku tetapi mulai lebih mencintai Ahlul Bait Nabi Muhammad SAW. Aku percaya dan menerima semua ajaran yang telah ku peroleh selama ajaran itu tidak bertentangan dengan sumber agama Islam. Namun, kita harus tetap berhati-hati dan memfilter segala hal-hal baru yang baru kita terima. Jangan sampai kita terkukung dalam kebutaan kesesatan yang bersifat dogmatis dan jangan pula mudah terpaku pada doktrin-doktrin kaku yang tidak menerima perbedaan sehingga sampai memecah belah uhkhuwah Islam.

Marilah kita saling berpegangan tangan dalam ikatan ukhuwah keislaman, berpegang teguh pada semua ajaran Rasulullah. Dengan demukian kita tidak akan mudah tergoyah oleh setiap golongan luar yang menginginkan akan kehancuran Islam. Seperti yang telah kita ketahui, banyak paham-paham luar Islam yang sedang mengahadang kita saat ini. Ketika umat Islam lalai sedikit saja dari pentingnya akan persatuan, maka merekapun semakin mudah menghancurkan umat Islam. Jika umat Islam telah hancur, bagaimana dan apa yang harus kita katakan sebagai kaum yang dibanggakan Nabi Kita, Nabi Muhammad SAW yang begitu gencarnya berjuang membangun peradaban manusia hingga kini melalui kurun waktu dan proses yang panjang serta tak ada satu manusia pun yang mampu melakukannya selain hanya beliau, Baginda Rasulullah SAW.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s