TERKIKISNYA KARAKTER MANUSIA PANCASILA

pancaIndonesia adalah negeri yang kaya raya, kaya akan kekayaan alam dan keindahan alamnya yang luar biasa. Bentangan lautan nan indah yang mengelilingi kepulauan Nusantara menambah kemakmuran akan hasil kekayaan sumber daya yang berlimpah ruah. Daratan yang begitu subur juga tak kalah turut menyempurnakan masyarakat Indonesia dalam bercocok tanam. Mungkin Allah SWT menurunkan taman surga dunia di tanah kepulauan Indonesia ini. Betapa tidak, Allah telah memberikan tanda-tandaNya dalam Al-Qur’an mengenai anugerah kemegahan alam yang luar biasa dan memang tidak akan ditemui di wilayah tandus negeri Arab (tempat turunnya kitab suci Al-Qur’an).

Inilah yang patut kita banggakan dan syukuri sebagai bangsa Indonesia atas nikmat yang Tuhan tidak limpahkan di negeri lain. Sedikit sebuah gambaran yang saya paparkan itu, mungkin akan sedikit menjernihkan mata batin kita untuk membuka cakrawala Indonesia yang selama ini dipandang sebelah mata oleh mata dunia.  Padahal kalau kita renungkan, jika sejak awal kita mampu mengelola alam ini dengan baik, tentu saat ini kita tidak akan mengalami keterpurukan yang tak habis-habisnya melanda di negeri kita tercinta ini. Realitanya, Indonesia yang diberkahi kekayaan yang tiada tertandingi ini, kini justu bergantung suply dari negeri luar. Sangat ironis, rakyat justru tertindas di negeri yang kaya raya ini.

Menyorot kepada kondisi Negeri Indonesia saat ini, tentu banyak kebimbangan yang dirasakan oleh bangsa Indonesia. Banyak dari sisi pilar-pilar kehidupan yang patut kita soroti dan renungkan sebagai generasi bangsa yang akan membawa nasib Indonesia kelak. Meskipun kini Bangsa Indonesia telah terlepas dari koloni penjajahan sebagai hasil perjuangan penuh dan pertumpahan darah, namun kita tetap tak bisa tersenyum lebar akan reaksi ancaman dunia yang selalu menghadang bangsa saat ini. Memang saat ini kita tidak dijajah dalam bentuk peperangan seperti dalam sejarah masa lampau yang kita baca. Akan tetapi kita dijajah dalam bentuk propaganda lain yang sangat berbahaya dan membawa keterancaman akan keberadaan Bangsa Indonesia.

Tak banyak dari masyarakat Indonesia yang dapat menyadari akan hal ini. Maraknya efek paham luar, membuat Indonesia tak mampu membendungnya sampai saat ini. Bangsa Indonesia lebih memilih budaya luar dan meninggalkan nilai-nilai karakter kepribadian pencasila yang dijunjung tinggi sebagai asas yang paling fundamental bangsa Indonesia. Asas yang sebagai pembentuk dan pembangun karakter nilai-nilai luhur Bangsa Indonesia yang berketuhanan yang Maha Esa, berkemanusiaan yang adil dan beradab, berjiwa persatuan Indonesia, berjiwa kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, serta berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia ini, apakah hanya sebagai sebuah simbol pencitraan belaka?

Kita bisa melihat secara realitas bagaimana karakter budaya Indonesia perlahan mulai luntur dan hilang begitu saja. Memang kemajuan teknologi merupakan sesuatu yang patut kita hargai, mengingat adanya aspek positif yang banyak kita serap. Namun, yang patut kita garis bawahi adalah kurangnya sikap intropeksi diri. Jauhnya kesadaran kita dari karakter pancasila yang sebagai landasan kehidupan berwarga negara akan membawa kita semakin terhanyut dalam tipuan kemewahan dunia. Kita bisa sadari, bagaimana selama ini kita lebih bangga memakai atribut luar tanpa memperhatikan nilai-nilai moral.

Lihatlah berapa banyak dari kalangan kita yang menirukan gaya hidup berbeda dari segi penampilan mulai dari model rambut, bertindik, bertato, berpakaian minim, dan narkoba yang dengan bangganya mereka kenakan. Kemudian lihat pula bagaimana pengaruh dunia maya yang memperosok manusia kedalam perbuatan amoral seperti video porno, pemerkosaaan, dan tawuran yang tak henti-hentinya terjadi dan menjadi pencemaran bagi negeri ini. Berita hangat akhir-akhir ini pun tak kalah memprihatinkan. Kita lihat bagaimana konflik agama Islam antara golongan syi’ah dan sunni seperti yang terjadi di Sampang-Madura, menandakan rendahnya persatuan Bangsa Indonesia. Kemudian berita lain seperi kecurangan ujian sekolah, kemacetan yang tak kunjung reda seperti yang terjadi di tanah metropolitan-Jakarta, bencana alam (banjir & tanah longsor) yang melanda dibeberapa wilayah Indonesia akibat ulah manusia, dan korupsi pejabat dimana-mana. Hal ini menandakan bahwa betapa lemahnya akhlak bangsa Indonesia yang jauh dari nilai-nilai karakter pancasila. Tak heran jika kita begitu mudahnya terbawa oleh paham-paham luar yang datang untuk menghancurkan Bangsa Indonesia ini.

Dalam hal ini, pemerintah lah yang harus menjadi figur bagi rakyat. Figur dalam membangun dan membentuk potensi negeri ini secara mandiri dan menumbuhkan semangat amal pancasila. Namun yang patut kita pertanyakan, dimanakah peran pemerintah kita? Apakah mereka memikirkan rakyatnya? Kebanyakan dari pemerintah yang seharusnya menjalankan figur penting untuk membangun karakter rakyatnya, justru lebih mementingkan kepentingan pribadinya. Lihatlah hampir seluruh berita setiap harinya baik di televisi maupun di koran menampakkan pejabat-pejabat korupsi yang tak memperhatikan nasib rakyatnya.

Inilah Indonesia, Indonesia yang mulai jauh dari karakter pancasila. Pancasila yang mampu mengantarkan kita menuju kebahagiaan justru diselewengkan keberadaannya. Namun meskipun begitu jauhnya kita tertinggal, tak ada salah dan sia-sianya bagi kita untuk membangun bersama dan mencoba berubah. Pancasila yang berisi cita-cita bersama haruslah kita gandeng kembali untuk memperlihatkan jati diri bangsa Indonesia yang sesungguhnya pada dunia. Kita harus yakin bahwa dengan karakter pancasila, bangsa Indonesia mampu membentengi diri dan menghadang setiap bahaya yang memporak-porandakan bangsa ini. Semua itu akan tercapai jika kita mampu merubah dari diri kita sendiri. Maka, mulailah dari hari ini, demi bangsa ini, bangsa Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s