MENULIS DIRUANG PRIVAT ITU MENYENANGKAN

yuk menulis Menulis adalah kegiatan mengeluarkan segala hal-hal yang ada dipikiran kita. Memang tak banyak orang yang suka menulis karena menulis memang sepertinya sukar dan membosankan. Tapi sebenarnya, jika kita membiasakan menulis setiap hari, menulis akan terasa menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Apalagi kalau kita menghadirkan ruangan khusus menulis dalam diri kita yang disebut “Ruang Privat” seperti yang dikatakan oleh Bapak Hernowo. Dimana didalam ruangan tersebut hanya ada diri kita sendiri, kita bebas mengeluarkan apa saja sesuai keinginan kita dan membuang segala hal-hal yang ingin kita keluarkan sampai kita benar-benar merasakan rasa plong tersendiri akan beban-beban yang memenuhi otak kita.

Jika hal itu kita latih menulis setiap hari, secara bertahap tentu kita akan memiliiki keterampilan menulis karena menulis adalah suatu keterampilan bukan keahlian. Untuk itu, siapapun pasti bisa menulis, karena sangat mustahil orang bisa menulis tanpa latihan dan tekad yang keras dengan membiasakan menulis setiap hari.  Begitupun dengan membaca, kualitas menulis akan semakin meningkat jika sesuai konsep mengikat makna yang memadukan kegiatan membaca dan menulis agar benar-benar bermakna (tidak sia-sia).

Banyak sekali keuntungan menulis yang kita peroleh di Ruang Privat. Dimana kita bisa dengan bebas mengeluarkan atau memilih tema dan topic apapun dari kegiatan menulis yang kita lakukan setiap hari denga konsisten tanpa ada seorangpun yang ikut campur didalamnya. Sehiggga dengan kebebasan itu, kita dituntut mampu menunjukkan diri untuk bertanggung jawab dan jujur terhadap apa yang kita tulis. Dengan hal ini kita dapat sadari apakah tulisan kita benar-benar murni atau dari hasil karya orang lain.

Hal ini mengajarkan kita untuk tidak menjiplak dan mengakui hasil karya orang lain yang kemudian kita akui seakan-akan dari hasil karya kita sendiri. Dengan terbiasa menulis dari pribadi sendiri, kita juga akan terbiasa menangkap ide-ide yang datang seketika. Waaupun ide yang kita keluarkan hanya ide biasa, namun dari ide biasa itu akan melahirkan ide yang cemerlang. Ruang privat yang kita miliki untuk menulis haruslah kita ciptakan senyaman mungkin, tidak menyiksa diri apalagi mengancam ataupun meneror kita. Menulis adalah suatu kegiatan yang menyanangkan, tapi jika suatu saat kita merasakan kemalasan dan kejenuhan, dan tidak bersemangat, kita harus bisa melawan itu semua.

Untuk itu, betapa penting dan bermanfaatnya ruang privat bagi kita dalam melatih keterampilan menulis karena kita dituntut untuk menjadi manusia yang efektif seperti yang saya ketahui dari internet atas petunjuk dari Bapak Hernowo mengenai “The Habits oleh Stephen Covey”. Dimana manusia-manusia yang efektif itu memiliki 7 kebiasaan yakni: Jadilah proaktif (bertanggung Jawab atas perilaku kita sendiri), merujuk pada tujuan akhir, dahulukan yang utama, berpikir menang, berusaha untuk memahami terlebih dahulu baru dipahami, wujudkan sinergi (menghasilkan alternatif ketiga) dan yang terahir mengasah gergaji (memperbaharui terus menerus). Jika didalam ruang privat itu kita aplikasikan 7 kebiasaan tersebut, insya Allah kita akan menjadi manusia-manusia yang efektif dan berkompeten terutama dalam hal membaca dan menulis.

Tulisan ini saya buat satu tahun yang lalu dalam memenuhi tugas mingguan dari Bapak Hernowo yang kemudian saya revisi sedikit untuk saya post di blog ini. Ya tulisan ini mempunyai kenangan tersendiri bagi saya, dimana ketika itu Bapak Hernowo memberikan penilaian yang cukup membuat saya tersadari dari anggapan saya yang tidak memiliki kemampuan keterampilan menulis. Dari sini, saya mulai termotivasi untuk semangat membangkitan bakat menulis yang selama ini terpendam dalam diri saya.

Awalnya saya mencoba untuk membiasakan menulis dan itu memang sangat susah saya jalankan karena setiap waktu kemalasan selalu datang menghampiri saya. Namun, ajaran mengikat makna dari Bapak Hernowo telah membuat saya merasakan kenikmatan akan kehadiran manfaatnya dalam diri saya tersendiri. Memang, saya sedikit malas untuk menulis curhatan cerita atas ajaran Bapak Hernowo yang memperuntukkan untuk menulis sebebas-bebasnya dari apa yang ada dipikiran kita. Hal ini disebabkan karena saya lebih suka menulis dari sesuatu hal yang ada direalitas luar.

Saya sangat berterimakasih kepada Bapak Hernowo, ajaran mengikat makna beliau telah membantu saya mengeluarkan bakat saya yang terpendam. Meskipun kehadiran beliau hanya sekitar 16 pertemuan tatap muka kuliah kemarin, namun kehadiran ajaran Bapak Hernowo akan selalu terkenang dalam hidup saya. Terima kasih juga atas hadiah buku “Mengikat Makna” yang Bapak berikan kepada saya. Buku itu adalah buku yang  pertama kali saya terima dari penulisnya secara langsung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s