Eksplorasi Ilmiah Psikologi Tentang Karakter Manusia

psikoSejak zaman Yunani hingga sekarang, manusia menjadi objek pembahasan yang fundamental dalam kajian ilmu sosial. Dalam kehidupan sosial, manusia memang tidak luput dari segala permasalahan dan ketimpangan sosial di lingkungannya yang tentu sangat mempengaruhi karakter kepribadiannya. Karakter manusia menjadi kajian yang penting karena mengingat manusia harus berinteraksi sosial dengan tata cara tertentu dalam hubungan kemasyarakatan. Karakter manusia dapat dikaji melalui metode dalam ilmu psikologi mengingat ilmu psikologi menempatkan manusia dalam objek kajiannya. Psikologi adalah Ilmu yang membahas mengenai jiwa dan prilaku manusia dalam hubungannya dengan lingkungan. Pada mulanya, psikologi tergabung dalam filsafat, namun pada tahun 1879 akhirnya memisahkan diri dan berdiri sendiri sebagai ilmu yang mandiri. Awalnya hal ini memunculkan banyak perdebatan sejak Wilhelm Wundt (1832-1920) mendirikan laboratorium psikologi pertama di Leipzig, Jerman untuk menyelidiki kejiwaan secara eksperimental[1] sehingga menjadikan psikologi mejadi ilmu yang terukur dan teruji.

Dengan metode ilmu psikologi, kita dapat mengamati karakter manusia melalui perilakunya dengan tata cara pendekatan studi ilmiah. Maka, dalam hal ini kita patut mengenal terlebih dahulu bagaimana metode ilmiah yang digunakan ilmu psikologi dalam pencapaian hasil pengamatan yang benar dan valid dalam proses eksplorasi karakter manusia. Psikologi dalam hal ini adalah psikologi kepribadian, sebagaimana yang diungkap oleh Adler yaitu salah satu cabang dari psikologi yang menguraikan struktur-struktur kepribadian manusia sebagai suatu totalitas serta mengenai pemahaman-pemahaman tingkah laku yang menjadi ciri-ciri individu yang normal.[2]

Metode ilmiah memainkan peran integral dalam proses penelitian psikologis sehingga psikologis menjadikannya sebagai sebuah ilmu yakni ilmu prilaku atau ilmu kejiwaan. Mungkin selama ini kita berpikir bahwa ilmu pengetahuan itu berpikir fisika, kimia, biologi dan studi ilmu lainnya. Namun, dengan metode ilmiah yang digunakan dalam proses penelitian, psikologi dapat diklsifikasikan kedalam ilmu pula. Memang, mengenai pengklasifikasian ini menjadikan suatu perdebatan karena pada awalnya psikologi bergabung dengan filsafat. Namun, dengan perkembangan manusia dari zaman ke zaman, tentu manusia memiliki pandangan yang berkembang dengan metode yang berkembang pula.

Dalam proses eksplorasi (penyelidikan) mengenai karakter manusia, tentu dalam ilmu psikologi akan dipelajari bagaimana perkembangan tingkah laku manusia dalam interaksinya dengan lingkungan. Karakter (character) adalah watak, perangai, sifat dasar yang khas, satu sifat atau kualitas yang tetap terus menerus dan kekal yang dapat dijadikan ciri untuk mengidentifikasi seorang pribadi.[3] Dalam interaksinya terhadap lingkungan, akan menimbulkan reaksi manusia yang berbeda-beda terhadap lingkungannya tersebut sehingga inilah yang akan menjadikan suatu bentuk karakter pada manusia. Oleh karena itu, untuk melakukan proses penyelidikan (identifikasi) terhadap karakter manusia, kita dapat menggunakan metode ilmiah. Pengembangan psikologi modern lebih mengutamakan aspek epistimologis dengan menyuguhkan beberapa metode ilmiah.[4] Metode ilmiah adalah suatu pendekatan yang digunakan ahli psikologi untuk memahami sesuatu yang belum diketahui. Istilah metode berarti prosedur, tata cara, alat dan teknik. Metode ilmiah inilah digunakan dalam kegiatan penyelidikan terhadap ilmu psikologi.

Dengan demikian, dalam pembahasan makalah ini, penulis mencoba menguraikan metode-metode ilmiah pada ilmu psikologi dan bagaimana ilmu psikologi dapat menjelaskan karakter manusia. Metode-metode psikologi sangat berhubungan dengan pencarian pengetahuan mengenai karakter manusia. Oleh karena itu, dalam eksplorasi ilmiah ini, akan dikaji bagaimana proses penelitian atau pengamatan yang sampai pada pencapaiannya dalam menciptakan sebuah teori-teori universal mengenai karakter manusia yang dikembangkan terhadap hasil penelitian ilmiah tersebut.

Tinjauan Proses Eksplorasi Karakter Manusia

 A.    Berdasarkan Metode Ilmiah Psikologi

Dalam melakukan proses penyelidikan karakter manusia, kita dapat menggunakan metode ilmiah dalam ilmu psikologi. Dikatakan demikian karena psikologi adalah Ilmu yang membahas mengenai jiwa dan perilaku, sehingga karakter manusia dapat dikaji melalui metode ilmu psikologi karena karakter kepribadian manusia dapat terdeskripsikan melalui tingkah laku seseorang Adapun beberapa metode yang digunakan dalam ilmu psikologi adalah:

1.      Metode Observasi Alamiah

Metode observasi adalah metode penelitian yang digunakan untuk mempelajari kejiwaan dengan sengaja mengamati secara langsung, cermat, teliti dan sistematis. Dalam objeknya terhadap eksplorasi karakter manusia, tentu menggunakan prosedurnya dengan mengamati secara langsung perkembangan manusia tersebut berdasarkan proses ilmiah tanpa dikendalikan oleh peneliti. Metode observasi dapat dilakukan dengan intropeksi yakni pengamatan terhadap diri sendiri. Dengan “introspeksi”, seseorang akan memahami karakter dirinya sendiri meskipun sangat sulit dilakukan sehingga memerlukan latihan-latihan untuk mendapatkan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan.

Selain “introspeksi”, metode observasi juga dapat dilakukan dengan cara “ekstrospeksi” yakni mempelajari peristiwa-peristiwa atau proses-proses psikis orang lain secara seksama dan sistematis. Melalui cara ini, kita akan mengetahui bagaimana karakter seseorang dengan mendeteksi tingkah laku dalam situasi lingkungan yang ingin diteliti. Dalam hasil pengamatan ini kemudian dianalisa untuk akhirnya dijadikan bahan pengambilan keputusan dan kesimpulan.[1] Misalnya mengamati karakter manusia melalui tingkah laku seseorang di lingkungan keluarga atau lingkungan masyarakat. Maka dalam hal ini, peneliti hanyalah mencatat tingkah laku yang ditunjukkan oleh orang-orang yang sedang diamati kemudian menganalisanya.

2.      Metode Dokumen

Metode dokumen adalah metode yang digunakan untuk menyelidiki gejala-gejala kejiwaan menusia dengan cara mengumpulkan bahan-bahan atau dokumen catatan kehidupan seseorang, kemudian diperbandingkan dan dianalisis, lalu ditarik kesimpulan-kesimpulan umum.[2] Sebagaimana dalam penyelidikan karakter manusia, dapat diketahui melalui segala latar belakang (sejarah kehidupan) seseorang yang menjadi objek penelitian. Asumsi ini didasarkan bahwa apa yang menjadi karakter manusia dapat dipengaruhi oleh riwayat hidup masa lalu. Mialnya, seorang yang agresif mungkin mempunyai riwayat hidup yang tidak menyenangkan semasa kecilnya. Dalam penyelidikan ini, dengan cara mencari informasi sebanyak-banyaknya dari beberapa dokumen orang lain baik melalui penyebaran angket, penyelidikan riwayat hidup, penelitian buku harian, wawancara atau dengan teknik projective (tes permainan, gambar-gambar, karangan-karangan dsb).

3.      Metode Klinis

Metode klinis telah dikenal dan digunakan aliran psikoanalisa oleh tokoh Sigmund Freud. Metode klinis ialah nasihat dan bantuan kedokteran, yang diberikan kepada pasien, oleh ahli kesehatan. Metode klinis yang diterapkan dalam psikologi ialah: kombinasi dari bantuan klinis-medis dengan metode pendidikan, untuk melakukan observasi terhadap para pasien dimana pasien memberikan respons secara langsung dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dan pemecahan persoalan tertentu.. Tentunya, pasien dibuat serileks mungkin untuk menjaga jalan pikiran yang diselidiki tidak terganggu.

4.      Metode Eksperimen

Istilah eksperimen (percobaan) dalam pskologi berarti pengamatan secara teliti terhadap gejala-gejala jiwa yang kita timbulkan dengan sengaja. Metode ini biasanya dilakukan dalam laboratorium melalui eksperimen (percobaan). Sebagaimana yang telah diungkap sebelumnya bahwa Wilhelm Wundt mendirikan laboratorium psikologi pertama untuk menyelidiki kejiwaan secara eksperimental. Dengan demikian, Wilhelm Wundt adalah peletak dasar metode ini.

Dalam metode eksperimen, dilakukan pengujian hipotesis tentang reaksi-reaksi individu atau kelompok dalam situasi tertentu. Tujuan eksperimen ialah untuk mengetahui sifat-sifat umum dari gejala-gejala kejiwaan secara umum seperti pikiran, perasaan, kemauan, ingatan, potensi, dsb. Dengan demikian melalui metode eksperimen ini, dapat diketahui prinsip-prinsip yang bekerja dalam tingkah laku seperti kondisi mental, bakat, dan watak seseorang sehingga akan nampak suatu perbedaan karakter dimana perbedaan inilah yang membedakan dari orang lain.

Proses eksperimen dimulai dengan pembagian kelompok. Kelompok pertama, kelompok yang tidak mengalami perlakuan khusus (kelompok control). Kelompok lainnya menerima perlakuan khusus (kelompok eksperimen). Kelompok eksperimen inilah diperlakukan secara khusus untuk menghasilkan situasi yang dinginkan.[3] Dari  hasil eksperimen yang dilakukan terhadap perlakuan dari suatu kelompok tersebut tentu menghasilkan hukum-hukum yang berhubungan dengan karakter manusia. Hukum-hukum itu menjelaskan berbagai ekspresi atau reaksi-reaksi seseorang dalam menanggapi situasi tertentu.

B.     Berdasarkan Gejala-gejala Ilmiah Karakter Manusia dalam Ilmu Psikologi

Dalam studi psikologi sosial, akan dibahas bagaimana identifikasi seseorang dalam kehidupan sosialnya dimana hubungan manusia dengan manusia lain yang saling membutuhkan. Tentu proses ini, membutuhkan studi penelitian ilmiah yakni yang sesuai dengan kebenaran realitas dan pengamatan tepat secara langsung. Kita bisa lihat bagaimana manusia berinteraksi sosial seperti berkomunikasi, bersikap. Juga adanya norma-norma sosial yang tidak lepas dari ruang lingkup sosial, akan mempengaruhi pula dalam proses eksplorasi karakter manusia. Interaksi sosial dapat diamati baik yang terjadi didalam kelompok maupun diluar kelompok, baik berjalan secara alamiah maupun dengan bantuan teknologi informasi. Dalam gejala-gejala ilmiah karakter manusia, banyak yang menjadi bahan kajiannya karena hal ini berhubungan dengan berbagai situasi lingkungan dimana melalui perantara lingkungan sosial inilah akan diketahui bagaimana keberagaman karakter setiap individu melalui ekspresinya dalam realitas lingkungan. Dikatakan demikian, karena faktor lingkungan secara mutlak mempengaruhi perkembangan kehidupan seseorang dalam karakternya. Sebagai contoh pada identifikasi pada remaja, untuk mengidentifikasi dirinya tentu tidak lepas dari identifikasinya terhadap beberapa tokoh sekaligus misalnya ayah, ibu, kakak, saudara, atau kawan.

Dalam proses komunikasi, yakni proses sebuah percakapan atau proses pengiriman berita dari seseorang kepada orang lain, tentu terjadi proses psikologi secara analog diantara keduanya. Reaksi komunikasi terhadap apa yang ditunjukkan oleh pengirim dan penerima berita menunjukkan karakter kepribadian manusia. Misalnya, ketika seseorang berdebat tentang suatu masalah dan akhirnya menjadi sangat marah. Karakter seseorang seperti ini, bisa dikatakan sebagai tipe orang yang mudah memberikan reaksi marah terhadap seseorang.

Dalam proses bersikap, dimana sikap adalah istilah yang mencerminkan rasa senang, tidak senang, atau perasaan biasa-biasa saja dari seseorang terhadap sesuatu.[4] Dalam kehidupan sehari-hari, manusia mempunyai bermacam-macam sikap terhadap bermacam-macam hal. Setiap individu mempunyai kekhususan sendiri yang membedakan dari individu-individu lain. Kita dapat lihat orang-orang yang berada disekitar kita, secara sepintas dapat terlihat bahwa mereka itu berbeda-beda satu sama lain.

Dalam sikap sosial, objeknya ialah banyak orang, dimana dari kebanyakan orang ini menganut sikap tertentu. Hal ini menunjukkan bahwa adanya kesamaan karakter yang dianut oleh banyak orang. Mengenai sikap individual, maka objeknya ialah satu orang terhadap objek-objek yang menjadi perhatian orang-orang yang bersangkutan saja. Hal ini menunjukkan adanya karakter khusus dalam pribadi seseorang. Dalam ilmu psikologi, sikap itu identik dengan sifat, hanya saja sikap itu berhubungan dengan penilaian terhadap suatu objek atau kelompok objek.[5] Inilah yang menjadi objek psikologi dalam identifikasinya terhadap aspek-aspek kepribadian manusia. Tentu, ada sesuatu hal yang menjadi dasar terhadap adanya kekhususan individual dalam ilmu psikologi. Dengan demikian, sesuatu yang telah ditemukan dari proses penyelidikan terhadap objek psikologi dan dengan pertimbangan secara rasional telah menjadi teori yang dikembangkan dalam ilmu psikologi.

C.    Pembentukan Teori Karakter Manusia dalam Ilmu Psikologi

Dalam kajian psikologi terdapat sejumlah teori yang berupaya untuk menjelaskan tentang hakikat manusia, terutama tentang bagaimana manusia berkembang dan bertingkah laku dalam berbagai perilaku kehidupan. Dalam identifikasinya mengenai karakter manusia, tentu menghasilkan teori-teori universal yang dapat diterima oleh seluruh manusia. Teori-teori itu haruslah sempurna artinya mencakup ruang lingkup kajian dan disesuaikan sebagaimana yang diungkap oleh Parvin (1980, dalam Abdul Mujib & Jusuf Mudzakir, 2002: 38) menyatakan bahwa suatu teori kepribadian dianggap lengkap apabila memiliki dimensi-dimensi struktur, proses, pertumbuhan dan perkembangan, psikopatologi, dan perubahan tingkah laku yang memerlukan psikoterapi. Sehingga, teori-teori yang dihasilkan haruslah sesuai dengan hasil ilmiah berdasarkan proses penelitian secara objektif.

Banyak teori-teori yang diajukan oleh pakar psikologi atas hasil pencapaian penyelidikannya secara ilmiah. Namun, ada pula satu sama lain memberikan pandangan yang berbeda sehingga dianggap tidak memperjelas persoalan. Dalam teori kepribadian, yakni suatu yang menunjukkan karakter manusia, banyak pakar psikologi yang menjelaskannya dengan pandangan yang berbeda. Seperti teori Sigmund Freud memandang “kepribadian terdiri dari 3 komponen, yaitu Id (naluri), Ego (kesadaran), Superego (hati nurani)”. Sedangkan teori B.F. Skinner, memandang “kepribadian sebagai rangkaian kebiasaan yang tersusun dari sejumlah hubungan rangsang dan reaksi yang memperoleh penguatan”. Juga oleh teori Gordon W. Allport bahwa “kepribadian adalah organisasi dinamis dalam diri individu yang terdiri dari sistem-sistem psiko-fisik yang menentukan cara penyesuaian diri yang unik (khusus) dari individu tersebut terhadap lingkungannya” (dalam Sarlito W. Sarwono, 2010: 171).

Meskipun terdapat perbedaan teori yang diajukan oleh beberapa pakar psikologi mengenai kepribadian, namun tidak menjadikan metode ilmiah itu memberikan hasil yang tidak valid. Namun, penemuan teori tersebut berdasarkan atas kesimpulan terhadap hasil pengamatannya. Kesimpulan mereka berbeda-beda, karena atas dasar persepsi mereka yang berbeda-beda pula. Pembentukan teori karakter manusia tak bisa lepas dari metode ilmiah dalam ilmu psikologi dimana seorang peneliti menemukan hasil studi ilmiah kemudian menciptakan suatu teori yang rasional berdasarkan hasil temuan ilmiahnya. Dengan demikian, hal ini sesuai dengan definisi teori bahwa teori merupakan suatu abstraksi intelektual dimana pendekatan secara rasional digabungkan dengan pengalaman empiris dan penjelasan rasional itu harus berkesesuaian dengan objek yang dijelaskan.[6]

Dari beberapa teori tersebut, tentu merupakan hasil dari pembuktian para pakar psikologi. Ini dapat dibuktikan dari teori Gardon W. Allport, teorinya dijelaskan dengan analogi pada realitas dari seorang gadis remaja bernama putri, cantik, tinggi semampai, cerdas, fasih berbahasa inggris, pandai bergaul, pernah juara sepatu roda. Dari sini, dapat dibayangkan bagaimana kepribadian putri dimana kepribadian dapat dibentuk dari hasil pengorganisasian semua sistem psikis (cerdas, pandai gaul) dan fisik (tinggi semampai, cantik) sehingga menghasilkan seorang putri yang berhasil menjadi juara sepatu roda. Oleh karena itu, teori-teori yang berkaitan dengan karakter manusia dalam ilmu psikologi tidak dapat melepaskan diri dari pengamatan dalam realitas manusia pula. Dalam hal ini, seorang psikolog harus menggunakan metode observasi, wawancara, diskusi dan sebagainya untuk memberikan gambaran yang selengkap dan setepat mungkin tentang kepribadian pada subjek yang diperiksa. Teori-teori yang telah dibentuk dan dikembangkan dalam dunia psikologi tersebut, tentu digunakan pula sebagai acuan dasar dalam eksplorasi selanjutnya terhadap karakter manusia.

Proses eksplorasi karakter manusia dapat dilihat melalui perilaku manusia dengan tata cara pendekatan studi ilmiah. Studi ilmiah yang digunakan adalah dengan memanfaatkan metode ilmu psikologi mengingat ilmu psikologi membahas mengenai jiwa dan perilaku manusia. Dengan berbagai metode ilmiah ilmu psikologi seperti observasi ilmiah, dokumen, klinis, eksperimen, yang memakai pendekatan secara objektif dan empiris, dapat menunjukkan proses eksplorasi karakter manusia dan menunjukkan hasil yang objektif pula. Melalui gejala-gejala ilmiah yang bersangkutan dengan karakter manusia dalam realitas lingkungan, juga menjadi bahan eksplorasi ilmiah. Dari hasil temuan ilmiah terhadap proses pengamatan secara empiris tersebut, tentu akan membentuk suatu teori mengenai karakter manusia yang tentunya harus dicapai secara rasional dan universal. Dengan demikian, metode ilmiah psikologi dapat menjadikan metode untuk mengetahui objek kajian tentang karakter manusia dan dalam proses pencapaian teori-teori yang telah dikembangkan.


[1] Abdul Rahman Shaleh & Muhbib Abdul Wahab, Psikologi Suatu Pengantar, (Jakarta: Kencana, 2004), hlm. 41.

[2] Akyas Azhari, Op. cit., hlm. 59.

[3] Sarlito Sarwono, Pengantar Psikologi Umum, (Jakarta: Rajawali Pers, 2010), hlm. 15.

[4] Ibid., hlm. 201.

[5] Akyas Azhari, op. cit., hlm. 162.

[6] Mohammad Adib, Filsafat Ilmu, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010), hlm. 97.


[1] Akyas Azhari, Psikologi Umum & Perkembangan, (Jakarta: Penerbit Teraju, 2004), hlm. 38

[2] Netty Hartati dkk, Islam & Psikologi, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2005), hlm. 196

[3] Ibid., hlm. 138

[4]Ibid., hlm. VI

2 thoughts on “Eksplorasi Ilmiah Psikologi Tentang Karakter Manusia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s