TELAAH SURAH AL-IMRAN AYAT 7

quranDalam Surah al-Imran ayat 7 diatas, saya akan memaparkan sedikit keraguan pemahaman saya mengenai makna yang terkandung dalam ayat tersebut. Allah menerangkan dalam al-Qur’an surah al-Imran ayat 7 bahwa Allah menurunkan kitab al-Qur;an kepada Nabi Muhammad, dimana ayat-ayat itu tergolong didalamnya ayat muhkamat (langsung dapat dipahami) dan mutasyabihat (membutuhkan penafsiran). Mengenai ayat-ayat muhkamat, manusia diperuntukkan untuk mencari-cari apa makna tersirat yang terkandung didalamnya. Namun, dari ayat yang saya garis bawahi “وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيْلَهُ اِلاَّ اللهُ” yang artinya “padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya kecuali Allah yang menjadi titik kerancuan bahwa hanya Allah yang mengetahui mana yang paling benar. Sehingga dalam ayat ini seakan-akan manusia itu rugi karena tidak akan mampu mencapai kebenaran.

Jika Allah memberikan ayat-ayat muhkamat agar manusia mampu berpikir dan menggunakan akalnya atas ayat-ayat muhkamat tersebut, maka tindakan berpikir manusia merupakan suatu tindakan yang sia-sia toh manusia tidak akan berakhir pada kebenaran karena hanya Allah yang mengetahui kebenaran yang sesungguhnya. Dengan kata lain, untuk apa Allah peruntukkan manusia untuk berpikir toh manusia tidak akan mampu mencapai kebenaran dan pasti berujung pada kesia-siaan? Padahal disisi lain, Allah menyebutkan dalam ayat lain bahwa Al Qu’ran itu sebagai penjelas dan petunjuk bagi manusia.

Logika:

  • Allah menurunkan ayat muhkamat sebagai perintah kepada manusia untuk ditakwilkan kebenarannya.
  • Tidak ada yang mengetahui kebenaran takwilnya kecuali Allah.
  • Maka, manusia tidak dapat mencapai kebenaran atas takwil-Nya.
  • Dengan kata lain perintah Allah dalam hal berpikir adalah suatu kesia-siaan bagi manusia.

Akhirnya saya mendapatkan pencerahan dari dosen atas keraguan saya mengenai ayat tersebut setelah saya presentasikan dikelas. Ternyata jika ayat tersebut dipisahkan dengan huruf waqaf mim, maka bisa disanggah seperti yang sanggahan saya diatas. Memang ada sebagian mushaf al-Qur’an yang membubuhkan wakaq mim pada ayat tersebut. Jika tidak dibubuhkan tanda wakaq, maka ayat tersebut dapat diartikan “tidak ada yang mengetahui takwilnya kecuali Allah dan orang-orang yang ilmunya mendalam”. Maka, dapat dinafikan bahwa berpikir manusia itu suatu hal yang sia-sia. Bagi teman-teman yang memiliki pengertian yang sama dengan saya mengenai penafsiran ayat ini, janganlah merasa pesimis atas kesia-siaan anugerah akal yang diberikan oleh kita dan tetaplah syukuri anugerah akal dengan terus menggali ilmu. Ya, menuntut ilmu adalah cara kita bagaimana mensyukuri anugerah akal dari Allah SWT.

Patut diketahui, telitilah terlebih dahulu al-Qur’an yang ada ditangan anda sebelum mengkritik atau menelaahnya!!!! Patut diketahui mengkritik bukan berarti menolak, namun dengan mengkritik kita bisa meluruskan pemahaman kita yang salah. Kritiklah setiap apa yang ada didepan anda tak termasuk pula al-Qur’an dan cari jawabannya dengan penyelesaian kaidah-kaidah logika yang benar. Dengan demikian kita akan menjadi semakin beriman pada al-Qur’an.

Amin ya Robbal ‘alamin……

2 thoughts on “TELAAH SURAH AL-IMRAN AYAT 7

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s